Kamus Awie

Selasa, 25 November 2008

Berpikir Kritis

Apakah Anda Sudah Berpikir Kritis?
Oleh: Prof Dr Roy Sembel,


Manusia adalah makhluk yang istimewa. Tidak seperti makhluk hidup lainnya, manusia dikaruniai kemampuan untuk berpikir sebelum bertindak. Namun, kenyataannya, seringkali kita tidak memanfaatkan kemampuan berpikir ini secara optimal. Kita seringkali bertindak tanpa didahului dengan “berpikir”. Banyak alasan yang kita kemukakan sebagai dalih untuk “tidak berpikir”: tidak ada waktu, bukan urusan kita, atau bukan tanggung jawab kita.
Namun, tahukah Anda bahwa tindakan yang dilakukan tanpa disertai dengan proses berpikir bisa membahayakan diri sendiri? Coba saja kita perhatikan kasus anggota DPR yang perbuatannya dilakukan beberapa tahun lalu, kini tengah menjadi buah bibir.
Mungkin ketika itu sang anggota DPR tidak “berpikir” terlebih dulu tentang dampak perbuatannya di kemudian hari. Dia tidak memikirkan dampak perbuatannya, yang bukan hanya bagi dirinya sendiri, tetapi terlebih lagi bagi orang-orang di sekitarnya, seperti keluarga, teman, sahabat, teman kantor, dan teman di organisasi tempatnya bekerja.
Kalau saja anugerah “berpikir” kita manfaatkan dengan baik, tentunya banyak masalah yang bisa kita hindari, dan banyak solusi yang bisa kita temukan. Jadi, jelaslah bahwa berpikir kritis itu untuk dilakukan. Ingin tahu lebih jauh mengenai berpkir kritis? Simak yang berikut.

Apakah Berpikir Kritis Itu?
Banyak definisi yang ditawarkan mengenai berpikir kritis, salah satunya yang dikemukakan oleh Wright Place Consulting adalah sebagai berikut.
Berpikir kritis merupakan sebuah proses. Proses berpikir ini bermuara pada tujuan akhir yang membuat kesimpulan ataupun keputusan yang masuk akal tentang apa yang harus kita percayai dan tindakan apa yang akan kita lakukan.
Berpikir kritis bukanlah dilakukan untuk mencari jawaban semata, tetapi yang terlebih utama adalah mempertanyakan jawaban, fakta, atau informasi yang ada. Dengan demikian bisa ditemukan alternatif atau solusi terbaiknya.

Mengapa Penting?
Berpikir kritis penting untuk dilakukan karena berbagai manfaat yang bisa kita petik dari proses ini.

Kualitas Keputusan
Kualitas berpikir kritis yang kita terapkan akan mempengaruhi kualitas hasil akhir dari tindakan kita yang didahului dengan proses berpikir kritis tersebut. Misalnya, setiap kali mendapat tanggung jawab untuk melakukan sesuatu, Imam selalu memanfaatkan kemampuannya untuk berpikir kritis dengan menerapkan keenam prinsip berpikir kritis yang telah dibahas sebelumnya.
Ketika Imam ditugaskan sebagai ketua panitia peluncuran produk baru perusahaan tempat ia bekerja, ia mencoba memahami berbagai aspek dari tugas yang diberikan kepadanya, termasuk informasi yang bisa ia dapatkan sehubungan dengan tugas tersebut: fitur dan manfaat produk, target pasar dari produk, serta kekurangan dan kelebihan produk tersebut.
Ia juga mempelajari berbagai fasilitas yang bisa ia manfaatkan untuk meluncurkan produk tersebut. Setelah itu, ia melakukan analisis terhadap segala sesuatu yang terkait dengan informasi yang ia terima tentang produk yang akan diluncurkan, antar lain alternatif media, strategi anggaran, dan jangka waktu peluncuran.
Hasil dari analisis adalah berbagai alternatif strategi yang bisa dipilih. Alternatif strategi ini lalu dievaluasi untung ruginya. Hasil dari proses evaluasi adalah keputusan menggunakan satu strategi tertentu.
Keputusan ini perlu dijelaskan kepada anggota tim yang terlibat sehingga mereka bisa mendukung kegiatan yang dilakukan. Imam juga tidak lupa mengevaluasi diri sendiri tentang kemungkinan terjadinya kebiasan pandangan dan keputusan yang sudah diambil sebelum akhirnya menerapkannya dalam tindakan.

Kreatif
Berpikir kritis membantu kita menemukan bukan hanya satu solusi tetapi berbagai alternatif solusi. Berpikir kritis juga membantu kita melihat suatu permasalahan dari berbagai sumber, sehingga berbagai alternatif solusi bisa dikembangkan lebih jauh.
Misalnya Desty yang diminta mempersiapkan rapat tahunan pemegang saham diperusahaan tempat ia bekerja. Walaupun menemui berbagai masalah, melalui proses berpikir kritis, Desty bisa memanfaatkan hasil berpikir kritis untuk kreatif menemukan berbagai alternatif solusinya.

Percaya Diri
Setelah kita melalui proses berpikir kritis, keputusan yang kita ambil adalah keputusan yang sudah melalui berbagai pertimbangan dari berbagai aspek. Dengan demikian, paling tidak kita sendiri sudah yakin bahwa keputusan tersebut adalah keputusan yang terbaik dalam situasi dan kondisi yang kita hadapi saat itu.

Cara
Lalu, bagaimana cara kita berpikir dengan kritis? Ada enam prinsip penting dalam menerapkan cara berpikir kritis, yaitu: interpretasi, analisis, evaluasi, penjelasan, dan self-regulation.

Interpretasi dan Analisis
Prinsip pertama, interpretasi, adalah upaya memahami informasi yang kita miliki. Setelah informasi berhasil kita pahami dengan baik, kita perlu melakukan analisis terhadap segala sesuatu yang terkait dengan informasi tersebut.

Evaluasi
Selanjutnya, kita perlu melakukan evaluasi terhadap dampak dari pemanfaatan ataupun pengabaian informasi tersebut. Evaluasi juga berupaya untuk menemukan berbagai alternatif solusi dengan memanfaatkan informasi yang dimiliki.

Penjelasan
Setelah kita mendapatkan solusi yang terbaik, kita perlu menjelaskan keputusan kita tersebut kepada orang lain, sehingga mereka juga bisa memahami mengapa keputusan tersebut yang kita ambil.
Lebih jauh lagi, dengan penjelasan yang masuk akal, kita bisa meyakinkan orang lain, ataupun orang-orang yang perlu diyakinkan untuk kita ajak melihat sesuatu dari sudut pandang kita.

“Self-Regulation”
Yang terakhir adalah selfregulation. Yang dimaksud dengan self-regulation adalah mencoba jujur terhadap pandangan dan keyakinan kita, ataupun kemungkinan terjadinya kesalahan atau ketimpangan dalam keputusan yang kita ambil karena pengaruh latar belakang kita.
Bagaimana dengan Anda? Sudahkah Anda menerapkan cara berpikir kreatif? Jika belum sepenuhnya, mungkin Anda bisa mulai sekarang untuk mendapatkan solusi yang terbaik dan keputusan yang berkualitas. Sukses untuk Anda
BERPIKIR KRITIS
Berpikir kritis adalah suatu aktifitas kognitif yang berkaitab dengan
penggunaan nalar. Belajar untuk berpikir kritis berarti menggunakan
proses-proses mental, seperti memperhatikan, mengkategorikan, seleksi, dan
menilai/memutuskan.
Kemampuan dalam berpikir kritis memberikan arahan yang tepat dalam
berpikir dan bekerja, dan membantu dalam menentukan keterkaitan sesuatu
dengan yang lainnya dengan lebih akurat. Oleh sebab itu kemampuan berpikir
kritis sangat dibutuhkan dalam pemecahan masalah / pencarian solusi, dan
pengelolaan proyek.
Pengembangan kemampuan berpikir kritis merupakan integrasi beberapa bagian
pengembangan kemampuan, seperti pengamatan (observasi), analisis,
penalaran, penilaian, pengambilan keputusan, dan persuasi. Semakin baik
pengembangan kemampuan-kemampuan ini, maka kita akan semakin dapat
mengatasi masalah-masalah/proyek komplek dan dengan hasil yang memuaskan.
Berpikir kritis meliputi aktivitas-aktivitas:
1. Memperhatikan detil secara menyeluruh
2. Identifikasi kecenderungan dan pola, seperti memetakan informasi,
identifikasi kesamaan dan ketidaksamaan, dll
3. Mengulangi pengamatan untuk memastikan tidak ada yang terlewatkan
4. Melihat informasi yang didapat dari berbagai sudut pandang
5. Memilih solusi-solusi yang lebih disukai secara obyektif
6. Mempertimbangkan dampak dan konsekuensi jangka panjang dari solusi yang
dipilih
Bagi Pelajar, berpikir kritis dapat berarti:
1. Mencari dimana keberadaan bukti terbaik bagi subyek yang didiskusikan
2. Mengevaluasi kekuatan bukti untuk mendukung argumen-argumen yang berbeda
3. Menyimpulkan berdasarkan bukti-bukti yang telah ditentukan
4. Membangun penalaran yang dapat mengarahkan pendengar ke simpulan yang
telah ditetapkan berdasarkan pada bukti-bukti yang mendukungnya
5. Memilih contoh yang terbaik untuk lebih dapat menjelaskan makna dari
argumen yang akan disampaikan
6. Dan menyediakan bukti-bukti untuk mengilustrasikan argumen tersebut.

Berpikir kritis adalah proses mental untuk menganalisis atau mengevaluasi informasi. Informasi tersebut dapat didapatkan dari hasil pengamatan, pengalaman, akal sehat atau komunikasi. Di bawah ini adalah metoda dari berpikir kritis yang diambil dari Wikipedia dan beberapa sumber lain.
Langkah-langkah
Walaupun tidak ada langkah-langkah yang perlu diambil secara rigid, langkah-langkah di bawah ini berguna dalam berpikir kritis:
1. Buatlah daftar pendapat dan kumpulkan argumentasi yang mendukung setiap pendapat tersebut.
2. Pecahkan argumentasi yang anda dapatkan pada langkah pertama menjadi kalimat-kalimat pendukungnya dan carilah implikasi dari kalimat-kalimat ini.
3. Carilah kontradiksi pada kalimat-kalimat dan implikasinya yang anda dapatkan pada langkah 2.
4. Dari argumen-argumen yang anda dapatkan, susunlah berdasarkan argumen-argumen yang saling bertentangan dan beri bobot untuk argumen-argumen tersebut
o Tambahkan bobot jika sebuah klaim memiliki dukungan yang kuat, terutama jika memiliki alasan-alasan yang kuat. Kurangi bobot jika ada klaim yang memiliki kontradiksi
o Ubahlah bobot tergantung dari relevansi dari informasi terhadap isu yang dibicarakan
o Klaim yang besar membutuhkan bukti yang besar pula, jika sebuah klaim besar tidak memiliki bukti yang cukup, abaikan klaim ini dalam membentuk opini anda.
5. Tinjaulah bobot dari setiap klaim
o Opini yang memiliki bukti yang terkuat kemungkinan besar adalah benar
o Mind map adalah alat yang efektif untuk mengevaluasi informasi ini. Pada tahap-tahap akhir, bobot numerik dapat diberikan pada cabang-cabang Mind map
Tentunya berpikir kritis tidak menjamin seseorang akan mencapai kesimpulan yang tepat. Pertama, ada kemungkinan seseorang tidak memiliki seluruh informasi yang relevan. Informasi yang penting mungkin belum ditemukan atau informasi tersebut mungkin tidak akan dapat ditemukan. Kedua, pemihakan (bias) dari seseorang dapat saja menghalangi pengumpulan dan penilaian informasi secara efektif.
Mengatasi Pemihakan (Bias)
Untuk mengurangi pemihakan, beberapa cara harus dilakukan jika seseorang ingin berpikir kritis. Jangan tanyakan “Bagaimana hal ini bertentangan dengan pendapat saya?”, tapi tanyakanlah “Apa artinya ini?”
1. Jangan lakukan penilaian terlalu dini pada tahap pengumpulan informasi
2. Anda harus sadar terhadap kekurangan anda sendiri dan orang lain dengan cara:
o menerima bahwa setiap orang memiliki pemihakan di bawah sadar (pemihakan secara refleks)
o bersikap tanpa ego
o membuang pendapat semula anda jauh-jauh
o sadar bahwa setiap orang memiliki kelemahan masing-masing
3. Gunakan metoda sokratis untuk mengevaluasi sebuah argumen dengan menanyakan pertanyaan terbuka. Sebagai contoh adalah:
o Apa yang anda maksud dengan __________?
o Bagaimana anda dapat berkesimpulan begitu?
o Mengapa anda berpendapat bahwa itu adalah benar?
o Dimana anda mendapatkan informasi tersebut?
o Apa yang terjadi jika anda ternyata salah?
o Dapatkah anda memberikan dua buah sumber yang tidak setuju dengan anda dan jelaskan mengapa?
o Mengapa hal ini penting?
o Bagaimana saya dapat mengetahui bahwa anda mengatakan yang sebenarnya?
o Apa penjelasan alternatif dari fenomena ini?
Berkesimpulan
Janganlah membuat asumsi secara berlebihan, dengan kata lain: jangan memperumit masalah anda. Berpikir kritis adalah sebuah proses yang tidak akan selesai. Seseorang dapat mencapai sebuah kesimpulan tentatif berdasarkan evaluasi dari informasi yang ada. Tetapi, jika ada informasi baru yang ditemukan maka proses evaluasi harus dijalankan kembali.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar