Kamus Awie

Jumat, 30 Mei 2008

ASUHAN KEPERAWATAN PADA SISTEM SARAF

ASUHAN KEPERAWATAN PADA SISTEM SARAF
Saraf pusatSistem sarafSaraf otonom
SimpatisParasimpatisSimpatisThorako LumbalisSitem saraf otonom thorakal 1 s/d lumbal 2
ParasimpatisKranio sacralSacral 2,3dan 4 saraf cranial dan batang otak
PEREDARAN DARAH OTAKAliran darah otak  dimuali dari : Arkus aorta  arteri karotis komunis  Arteri karotis komunis interna dan externa
Bagian-Bagian Otak1.Otak Depan  hemisfer cerebriTalamusHipotalamus2.Otak tengah / diencepalon3.Otak belakangPos varoliliMedula oblongataSerebelum
Otak dan sum – sum tulang belakang diselmuti “meningia “ yg bersifat melindungi struktur saraf yg halus
Meningia terdiri dari 3 lapisan :Piamater  melekat pada otak dan sum – sum tulang belakangArachnoid  Pemisa antara pia dan duraDuramater  lapisan luar  melapisi tengkorak
Lapisa dalam bersatu dengan lapisan luarDaerah brocca ( hubungan dengan kemampuan bicar ) Pada orang biasa — daerah brocca terletak pada hemisfer kiri  kidal — hemisfer kananDaerah wernicke,s ( hub. Dengan kemampuan untuk mendengar )  kesan atas suara diterima dan ditafsirkan .Co : bunyi gendang berbeda dengan bunyi bisisng usus
Bagian – bagian saraf yg mempersarafi dan fungsinya , serta cara pengkajiannya :Nervus 1 : Olfaktorius , mempersarafi penyiuman  klien ditutup matanyalalu tutup hidung yg sebelah  disuruh menyium bau ( the/kopi )
Nervus 2,3,4,5,6,7,8,9,10,11,dan 12
PERAWATAN UMUM NEUROLOGI
Gangguan KesadaranIsi Pikir :Fungsi kognitifFungsi afektifDerajat KesadaranTerhadap diri sendiuriTerhadap lingkungan
Gangguan Derajat KesadaranPenyebab : Kerusakan cerebralgangguan metabolismeDefesiensi vitaminKeracunan
Sifat :  Cepat  akutpelan – pelanIntermiten
Cepat  Strok, trauma kepala , hemoragic, TIK
TEKANAN INTRAKRANIAL MENINGKATPenyebab :Oedema otakPerdarahan otakTumor otakGejala yang muncul :nyeri kepala : tek. Pembuluh meningkat  sirkulasi menurunmuntah : tek. Meningkat pada medulla oblongataPernapasan lambat : tek. Dan anoksia medulla oblongataPapila edemaGgn motorik tek pd area 4KejangKontrol Spinkter hilang….impuls inhibisiGgn kesadaran + sensorik ….tek. Pd kortek & ascending reticular system.Ggn regulasi suhu …. Tek. HipotalamusUbun-ubun menonjol : tek.Pd tulang tengkorak
TANDA AWAL HERNIASI OTAKBerpindahnya sebagian masa otak bagian supratentorial kedalam otak tengah.
Penilaian dilakukan :• Cepat dan akurat• Didasarkan atas respon pasien terhadap stimulus yang diberi :Suara ,sentuhan, nyeri, cahaya• Ketahui adanya komplikasiPernapasan, cardiovascular, hilang reflex proteksi• Nilai pupil → Gangguan lobus temporalis• Cek adanya peningkatan TIKIskemia,aritmia,pulmonary arrest
Tanda – tanda adanya Komplikasi• TTV labil• Napas cheyne stokes , Biots• Tanda obstruksi napas↓• Lakukan pencegahan adanya aspirasi
Tangani Komplikasi :a.Resiko peningkatan TIKb.Eliminasic.Mobilisasid.Gangguan Nutrisie.Integritas kulitf.Gangguan persepsi sensorik
Untuk keluargaPeningkatan kemampuan kopingPeningkatan pengetahuan
Gangguan Fungsi Kognitifa.Menurun perhatianb.Menurunnya memoryc.Penurunan kemampuan bahasa dan persepsid.Penurunan kemampuan untuk mempuat rencana
Penyebab :Kerusakan system limbic dari kortex cerebriPenyakit metabolicHipotiroidTIAIntoksikasi obatGangguan cairan elektrolitPenyakit degenaratif
Gangguan Memory :Penyebab : Penyakit yang mengenai lobus temporal pda pusat memory↓Trauma kepalaTumorHemoragikInfarkKejangPenyakit degeneratifIntervensi :Lakukan tindakan dengan pengulanganMendemonstrasikanBeri petunjuk yang jelas dan sederhanaPakai alat – alat untuk mengingatBuat strategi khusus dalam pendidikanBeri feed back ( + )Orientasikan kerealitasPetunjuk sifat konsisten, nyataHindari yang sifat abstrakPendidikan kesehatanDischarge planning
APASIATak mampu untuk bicara
Ada dua hemisfer pada otak, salah satu dominanJika terjadi kerusakan pada hemisfer dominan , maka akan terjadi dua hal :1.Tak mampu dalm mengtarakan maksud2.Tak mampu menangkap maksudApasia dibagi dua :1.Apasia motorik2.Apasia sensorik
1.Apasia motorikArea brocca pada lobus prontal posterior – anteriorTidak bisa untuk menyampaikan maksudPeran penting perawatAwas → frustasi
2.Apasia SensorikArea wernicke,s pada hemisfer kiri → giru angularTidak mampu menangkap maksud dengan cara biasa
Intervensi :Apasia motorikPertanyaan dengan jawaban Ya dan tidakAntisipasi kebutuhanGunakan alat tulisApasia SensorikGunakan komunikasi non verbalBeri petunjuk visualBicara pendek, sederhanaHindari pembicaraan abstrak
AGNOSIAKetidakmampuan untuk mengenaldan interpretasikan suatu rangsang indera
Agnosia Visual : tidak mampu mengenal fungsi suatu bendaAgnosia warnaAgnosia mukaAgnosia taktilAgnosia astereognosis : tidak mampu menyebutkan bentuk dan ukuran benda yang diraba
APRAKSIAKetidak mampuan untuk mengerti , memformulasikan suatu perbuatan yang kompleks , tangkas dan volunteer
Penyebab : Lesi pada kedua hemisfer → pada premotor area lobus frontal dan sebagian parietal
Tindakan : sama dengan Apasia
Gangguan Tingkah laku Dan Proses PikirPenyebab : Penyakit yang mengena pada lobus prontal↓a.Trauma kepalab.Demensia alkoholikc.Atropi cerebralMasalah :Kepribadian influsifKonsentrasi menurunMood labilMiskin dalam mengambil keputusan
Gejala :Sakit kepalaIrritableHypersensitif terhadap stimulusPusingKonsentrasi amat terbatas
IntervensiOrientasi realitaBicara pelan dengan kalimat pendekTatap mukaJaga lingkunganBuat daftar kegiatan konsisten
GANGGUAN PERGERAKANBersifat volunteerDipersarafi oleh motor kortex primer dan asosiasinya↓Lobus prontalBasal gangglioCerebelumSaraf tepi
A.GANGGUAN MOTORIK MATAPenyebab :Parese Nervus 3,4 dan 6Tidak ada koordinasi antara ektra okuler
Masalah :▪ Diplopia▪ Nistagmus → Gerakan involunter▪ Strabismus
Intervensi : Tutup sebelah mata yang sakit
B.GANGGUAN MEMBUKA MENUTUP MATAPenyebab : Parese saraf cranial 7PtosisExoftalmus
Masalah :Ulserasi korneaGangguan penampilan
Intervensi :Tutup dengan kain tipis dan basahBeri eye drops secara teraturJika nyeri terus menerus→ Tanda kerusakan kornea → kolaborasi
GANGGUAN EXPRESI MUKA
Penyebab :Gangguan cerebellum → korteks motorik dan batang otakKortiko bulbar → inti saraf 7Axon perifer N. 7
Masalah :Gangguan bicara → disartriaTidak mampu untuk menghasilkan suaraGangguan makan
C.GANGGUAN DALAM MENGELOLAH MAKANAN DALAM MULUTMenelanBuka mulutMengolahMengunyahMenelan
Penyebab : Parese Nervus 5.7.9.10 dan 12Akibat : - Aspirasi- Obstruksi jalan napas
DisfagiaMakanan melalui NGTPenurunan nafsu makanGangguan interaksi socialKehilangan kemandirian
Latih secepat mungkin dengan es batu yang telah dihancurkan
D.GANGGUAN PERGERAKAN EXTERMITAS
PARALISIS :Tetra pareseHemi paresePara pareseImobilisasi → butuh bantuan meningkat
Komlikasi :Kerusakan kulitDistensi bladderKonstipasiOsteo porosis
Intervensi :Meningkatkan kemandirian pasienSegera untuk latihan jalanGunakan tongkatROM
TEMPERATURSuhu normal sangat penting untuk mempertahankan fungsi normal dari semua sel tubuh
Pusat :Hipotalamus : Dasar ventrikel IIIRefle spinal pada spinal cord → fungsi autonom↓Dilatasi dan kontiksi pembuluh darah periferHipotermiaHipertermiaIntervensi :HipotermiaSelimutPeningkatan suhu ruangan
HipertermiaTapid spongeSelimut dinginAC
ELIMINASIPusat pengendalian pada emua tingkat persarafanKortex motorik untuk menghambat pengosonganbladder dan bowelKortex sensorik : dapat mencetuskan distensi bladderdan bowel → menahan dan mengeluarkan
Pada alur kortex – sacral → pengendalian otonom↓Reflex berkemih
Gangguan yang dapat terjadiKerusakan lobus frontal → Inkontinensiua reflex neurologikj bladderKerusakan pada sekmen sacral → autonomi neurologik bladder
DampakOver distensiBatu bladderInfeksi ( cystitis )
Intervensi :Bowel trainingPasang poly cateter → jika distensiBerikan bladder training
Bowel training :Minum hangat20 – 30 beri supositoriaPosisi duduk → 15 menit kemudian defekasi terjadi
SAKIT KEPALA ( HEADACHE )
A. PengertianSakit kepala atau sefalgia adalah suatu keluhan fisik paling utama manusia. Sakit kepala pada kenyataannya adalah gejala bukan penyakit dan dapat menunjukan penyakit organic atau penyakit lain, respon stress , vasodilatasi atau migren , tegangan otot rangka ( sakit kepala tegang ), kombinasi respon tersebut.
B. Penyebab :Tumor intra cranialInfeksi sistemikCedera KepalaHypoxia CerebralPenyakit kronik, mata, telingaStress
C. Klasifikasi :Sakit kepala sukar dikategorikan dan ditetapkan . sedikit bukti fisiologis patologis atau uji dianostik dapat mendukung diagnosa sakit kepala.Sakit kepala mempunyai perbedaan manifestasi individual selama proses kehidupan, dan tipe sakit kepala yang sama mungkin mempunyai karakteristik yang berbeda diantara individu yang berbeda.Sakit kepala dapat diklasifikasikan sebagi berikut :
1. Migren ( dengan dan tanpa aura )1.Sakit kepala tegang2.Sakit kepala klaster
D. Patofisiologi :
Vasospasme arteri kepala → Suplay nutrisi keotak berkutang
Ischemia berkepanjangan
Dinding vascular fkasid tidak mempertahankan tonus otot
Tekanan darah meningkat
Pembuluh darah berdilatasi
Peregangan dinding arteriNeuro kinin
PENGKAJIANTemuanya tergantung pada jenis / penyebab dari sakit kepala tersebutRiwayat yang lengkap merupakan suatu hal yang penting untuk membedakan diagnostik.
Pengkajian meliputi :
Aktivitas / Istirahat :Lelah, letih , malaiseKetegangan mataKesulitan membacaInsomnia
Sirkulasi :Denyutan vaskuler misalnya daerah temporalPucat, wajah tampak kemerahan
Integritas egoAnsietas, peka rangsang selama sakit kepala
Makanan / CairanMual / muntah , anoreksia selama nyeri
Neuro sensori :Pening, Disorientasi (selama sakit kepala)
KenyamananRespon emosional/ perilaku tak terarah seperti menangis, gelisah
Interaksi socialPerubahan dalam tanggung jawab peran
Diagnosa keperawatan :
1.Nyeri akut berhubungan dengan stress dan ketegangan atau vasospasme2.Gangguan pola istirahat tidur b/d nyeri3.Kurang pengatahuan berhubungan dengan kurang dengan informasi/keterbatasan kognitif.4.Resiko Ketidak seimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b/d mual/muntah/ anoreksia5.Cemas b/d krisis situasi
Intervensi :1. Nyeri :1.Kaji faktor-faktor fisik/emosi dari keadaan seseorang2.Catat intensitas nyeri (skala 0-10)3.Catat karakteristik nyeri (berat/ berdenyut/konstan),lokasinya,lamanya,factor yang memperburuk/meredakan4.Observasi tanda-tanda nyeri non verbal; seperti ekspresi wajah,tubuh gelisa,menangis atau meringis,perubahan frek.jantung,pernapasan,dan observasi tekanan darah5.anjurkan untuk beristirahat dalam ruangan tenang,tehnik relaksasi6.Masage daerah kepala/leher /lengan jika pasien dapat mentoleransi pasien dengan sentuhan7.Kolaborasi berikan obat sesuai dengan dengan indikasi analgetik, misalnya asetaminofen,ponstan dan lain-lain.
2. Pola istirahat tidur :1.Hilangkan kebisingan / stimulus eksternal yang berlebihan2.Bicara yang tenang,. Perlahan dengan menggunakan kalimat yang pendek sesuai kebutuhan.3.Berikan kesempatan untuk beristirahat / tidur4.Berikan oabt sesuai indikasi ( kolaborasi )
3. Kurang Pengetahuan :1. Diskusikan etiologi indifidual dari sakit kepala bila diket2. Bantu pasien dalam mengidentifikasi kemungkinan factor predisposisi,seperti stress emosi, suhu yang berlebihan,alergi terhadap makanan/lingkungan tertentu.3. Diskusikan tentang obatnya dan efek sampingnya .4. Diskusikan mengenai pentingnya posisi/letak tubuh yang normal.5. Anjurkan pasien atau orang yang terdekat untuk menyediakan waktu agar deapat relaksasi dan bersenang-senang6. Sarankan pemakaian musik-musik yang bernuansa meyenangkan.
Cemas b/d krisis situasi :1.Kaji status mental dan tingkat kecemasan pasien / keluarga2.Berikan penjelasan hubungan antara proses penyakit dan gejalanya.3.Berikan kesempatan pasien untuk mengungkapkan isi pikiran dan perasaan takutnya.4.Berikan petunjuk mengenai sumber- sumber penyokong yang ada, seperti keluarga , konselor dll5.Jawab Setiap pertanyaan dengan penuh perhatian dan berikan informasi tentang proggnosa penyakit
5.Resiko ketidak seimbangan nutrisi1.Berikan makanan dalam jumlah kecil dalam waktu yang sering dengan teratur2.Timbang berat badan sesuai indikasi3.Kolaborasi : Konsultasi dengan ahli gizi4.Kaji cairan lambung, muntah
SARAF CRANIAL XII
PENDAHULUANSaraf otak ada 12 pasangMemeriksa saraf otak (I-XII) dapat membantu menentukan lokasi dan jenis penyakit. Tiap saraf otak harus diperiksa dengan teliti, karenaitu perlu dipahami anatomi dan fungsinya , serta hubungannya dengan struktur lainya lesi dapat terjadi pada serabut atau bagian paniten(infranuklir), pada inti (nuklir)atau hubungannya kesentral (supranuklir).Bila ini rusak,hal ini diikuti oleh degenerasi saraf perifernya,inti saraf otak yang terletak dibatang otak letaknya saling berdekatan dengan struktur lain,sehingga jarang kita jumpai lesi pada satu inti saja tanpa melibatkan bagian lainnya.
Anatomi Dan FisiologiSaraf XII mengandung serabut somato-motorik yang menginervasi otot ekstrinsik lidah, fungsi otot ekstrinsik lidah ialah menggerakan lidah,dan otot intrinsic mengubah-ubah bentuk lidah. Inti saraf ini menerima serabut dari kortex traktus priamidalis dari satu sisi, yaiti sisi kontra lateral. Dengan demikian ia sering terkena pada gangguan peredaran darah otak (stroke),misalnya di korteks dan kapsula interna.
PemeriksaanInfeksi : Penderita di suruh membuka mulut dan perhatikan lidah dalam keadaan istirahat dan bergerak.Dalam keadaan istirahat kita perhatikan besarnya lidah, kesamaan bagian kiri dan kanan dan ada tidaknya atrofi, apakah lidah berkerut? Apakah lidah mencong?Tremor lidah dapat di jumpai pada pasien yang sakit berat (lemah),demensia paralitik dan intoksikasi.
Fasikulasi dijumpai pada lesi nuklir, misalanya pada siringobulbi,kadang-kadang kita sulit membedakan antara tremor dan fasikular terlebih lagi pada lidah yang tersungkur.Untuk memudahkan perbedaanya, lidah diistirahatkan pada dasar mulut. Pada keadaan ini, tremor biasanya berkurang atau menghilang. Pada Atetose didapatkan gerakan yang lidah terkendali,lidah sulit dijulurkan atau hal ini dilakukan dengan sekoyong-koyong dan kemudian tanpa kendali ditarik secara mendadak.Jika terdapat kumpulan pada dua sisi,lidah tidak dapat digerakan atau dijulurkan.Terdapat disatria (cadel,pelo)dean kesukaran menelan, selain itu juga didapatkan kesukaran bernafas, karena lidah dapat terjatuh kebelakang sehingga menghalangi jalan nafas.
Untuk menilai tenaga lidah kita suru penderita menggerakan lidahnya ke segalah jurusan dan perhatikan kekuatan geraknya, kjemudian penderita di suruh menekankan lidahnya pada pipinya,kita nilai daya tekanya dengan jalan menekankan jari kita pada pipi sebelah luar.Jika terdapat perasa lidah bagian kiri lidah tidak dapat ditekankan kepipi sebelah kanan,tetapi kesebelah kiri dapat
Gangguan Pada Nervus XII Dan PenyebabnyaLesi nervus dapat bersifat supra nuklir, misalnya pada lesi di kortex atau kapsula interna yang dapat di debabkan oleh misalnya pada strok, dalam hal ini didapatkan kelumpuhan otot lidah tanpa adanya atropi dan fasikular. Pada lesi nuklir didapatkan atropi dan fasikular hal ini disebabkan oleh siringgobulbi,ALS,radang,gangguan peredaran darah dan neoplasma. Pada lesi infra nuklir didapatkan atropi. Hal ini dapat disebabkan oleh proses diluar medulla oblongata tetapi masih di dalam tengkora, misalnya trauma,fraktur dasar tulang tengkorak ,meningitis atau dapat juga oleh kelainan yang berada di luar tulang tenkorak misalnya abses atau dislokasi vetebra servikalis.